Minggu, 19 November 2017

Alasan Mengapa Lampu Sein Kuning Dan Lampu Rem Merah


Bagi pengguna sepeda motor ataupun mobil, sein dan rem merupakan bagian yang amat penting ketika berada dilintasan. Lampu rem biasanya diwakili oleh warna merah yang menandakan akan ada halangan didepan seorang pengendara. Sedangkan lampu kuning digunakan di sein sebagai penanda bahwa pengendara yang berada di depan akan melakukan manuver menikung, entah itu kekanan atau kekiri. Lalu kenapa harus warna kuning yang dipilih dan merah padahal warna begitu banyak jenisnya? Berikut adalah penjelasannya.
 
Mata normal manusia sanggup menerima spektrum warna dengan panjang gelombang 400-700 nanometer (nm). Sementara itu, warna merah memiliki panjang gelombang paling panjang yaitu 630-760 nm.


Jika melihat ukuran spektrum warna, lampu sen dengan unsur warna jingga memiliki spektrum yang tak kalah panjangnya yaitu 590-620 nm. Inilah mengapa merah dan jingga dipilih menjadi warna lampu peringatan pada kendaraan. Dengan tingkatan panjang gelombang yang tinggi, warna merah dan jingga atau kuning cenderung lebih direspon dengan baik oleh mata.

Seorang pengendara biasa memijak pedal rem karena biasanya ada hambatan di depan kendaraanya, sehingga warna merahlah yang dipilih karena warna merah lebih baik di respon oleh mata manusia. Beda dengan lampu seint yang berwana jingga kekuningan, biasanya orang menggunakan lampu seint sekitar 20-30 meter sebelum berbelok. Maka pengemudi bisa lebih hati-hati ketika melihat lampu seint ini.

Bijaklah dalam berkendara. Motor yang dimiliki sekarang adalah hak mutlak bagi pemiliknya, namun dibalik itu semua ada sebuah ketoleransian yang perlu di laksankan agar keselamatan sesama pengendara tetap terjaga. Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan bagi sesama.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

IBX5A51B5ECCBEDD

Label