Kamis, 28 September 2017

Ada apa dengan micin?

Dijaman sekarang kalian pasti pernah mendengar ungkapan “kebanyakan micin sii!” dan stereotype masyarakat sekarang terdokrin bahwa micin merupakan sebuah racun yang berbahaya bagi kesehatan. Dibalik itu semua, pernahkah kalian terfikir bahwa jika memang benar micin itu adalah racun, lalu kenapa sampai detik ini keberadaanya masih legal di Indonesia? dan, kenapa pihak berwajib tidak menggolongkannya sebagai bahan berbahaya yang dilarang peredaranya di pasar bebas negri kita ini? Hmmmm, nampaknya ada sesuatu yang salah dari cara memahami apa itu micin. Berikut penjelasan singkat tentang apa itu micin, kandungan, dan kegunaannya.

Ketahui bahwa micin sebenarnya mengandung zat yang sering disebut sebagai glutamat. Glutamat adalah asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh karena perannya dalam membentuk protein. Selain membantu pengiriman sinyal-sinyal dalam otak, glutamat juga membantu fokus, ingatan, serta konsentrasi. Glutamat ternyata juga bisa memudahkan ketika kita mempelajari hal-hal baru. Selain itu, glutamat sendiri memang zat yang bisa membuat makanan menjadi lebih lezat.

       Merupakan salah satu penyedap rasa alami, terdapat pada bahan makanan yang biasanya mengandung glutamat misalnya tomat, jamur, keju, daging dan kecap. Selain itu, glutamat juga diproduksi oleh tubuh kita sendiri, contohnya saja di dalam ASI. Memang, glutamat dalam kemasan micin bukan dihasilkan secara alami melainkan menggunakan mesin di pabrik. Tapi jangan salah sangka dahulu, penyedap rasa micin dalam kemasan, biasanya diproduksi dari tetes tebu atau tepung tapioka, yang produksinya sendiri dijalankan melalui fermentasi mikroba.

Fermentasi dengan mikroba adalah metode yang umum digunakan untuk mengolah makanan sepeorti tempe, keju, dan tape. Jadi dari sehi bahan baku dan proses pembuatannya, micin aman untuk dimakan. Meski terdengar tidak berbahaya, tapi tetap saja akan menjadi berbeda jika dikonsumsi berlebihan. Oleh karena itu, WHO sudah menetapkan batas aman konsumsi micin perharinya. Menurut WHO, micin akan aman dikonsumsi jika tidak melebihi 6 gram perhari. Sementara, Menkes RI merekomendasikan batas aman micin sebanyak 5 gram.

Lalu berapakah rata-rata orang Indonesia dalam mengkonsumsi micin? Ternyata, per harinya orang Indonesia hanya mengkonsumsi 0.65gram. jauh dibawah batas maksimal yang ditentukan. Jadi sebenarnya peluang kita untuk mengkonsumsi micin berlebihan kecil sekali. Dalam sebuah wawancara ahli gizi dari University of Sydney, Leona Victoria Djajadi, mengungkapn hal yang sama. Ia mengatakan jika mengkonsumsi micin tidak akan membuat seseorang menjadi bodoh.
             
            Jadi, masih mau menyalahkan micin sebagai aktor utama dalam pembodohan masyarakat?
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

IBX5A51B5ECCBEDD

Label